Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com — Belajar di kelas kini tak selalu menoton, Dengan sentuhan teknologi, materi pelajaran bisa disajikan lebih beragam sehingga suasana belajar menjadi lebih hidup dan peserta didik pun lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

Cara belajar seperti inilah yang mulai didorong melalui digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Penguatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian dari Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru melalui Digitalisasi Pembelajaran di SDN 11 OKU, Senin (14/9/2026).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) OKU Kadarisman S.Ag., M.Si. mengatakan, perkembangan teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi peserta didik. Karena itu, guru juga perlu beradaptasi agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar.

“Merupakan suatu keniscayaan bahwa guru harus selalu meningkatkan kompetensinya dalam rangka mengikuti perkembangan zaman, termasuk perkembangan digitalisasi,” ujar Kadarisman.

Menurutnya, digitalisasi memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan cara menyampaikan materi agar tidak monoton. Berbagai media digital dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif sekaligus membantu peserta didik memahami materi dengan cara yang lebih mudah.

Baca Juga:  Bapenda OKU Tancap gas Sosialisasi Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah di Setiap Desa

“Dengan digitalisasi, kita ingin pembelajaran itu menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Guru bisa menggunakan berbagai media yang membuat anak lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran,” katanya.

Kadarisman menilai, kedekatan anak-anak dengan dunia digital justru dapat menjadi peluang bagi sekolah. Gadget dan berbagai platform digital yang sudah akrab dengan keseharian peserta didik dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

“Kita berada di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin masif. Anak-anak saat ini sangat dekat dengan dunia digital melalui gadget yang ada di tangannya,” jelasnya.

Karena itu, teknologi menurut Kadarisman tidak seharusnya hanya digunakan untuk hiburan. Jika diarahkan dengan tepat, teknologi dapat menjadi media yang membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan karakter generasi saat ini.

“Ini yang harus kita manfaatkan. Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan pendidikan. Kita arahkan bagaimana teknologi itu bisa membantu anak-anak belajar,” tuturnya.

Baca Juga:  130 Tim Voli Ikuti Turnamen Semi Open Voli Peninjauan Cup 1

Meski demikian, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan berarti pembelajaran harus sepenuhnya bergantung pada gadget. Guru tetap menjadi kunci dalam menentukan teknologi seperti apa yang digunakan dan bagaimana penerapannya di dalam kelas.

“Teknologi itu alat. Yang paling penting adalah bagaimana guru mampu memanfaatkannya untuk menyampaikan materi dengan baik dan membuat anak-anak lebih mudah memahami apa yang diajarkan,” katanya.

Kadarisman berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan teknik pembelajaran dan bahan ajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

“Guru harus selalu meningkatkan kompetensinya untuk menghadirkan teknik dan bahan ajar yang digemari oleh murid,” ujarnya.

Menurutnya, ketika teknologi digunakan secara tepat, guru memiliki lebih banyak pilihan dalam mengembangkan pembelajaran. Peserta didik pun diharapkan tidak sekadar menerima materi, tetapi lebih aktif, kreatif dan antusias selama proses belajar.

“Harapannya tentu pembelajaran kita semakin berkualitas. Anak-anak tidak merasa bosan, tetapi justru semakin tertarik untuk belajar karena apa yang disampaikan guru dekat dengan dunia mereka,” Tukasnya. (RTS)

Baca Juga:  Hari Libur Tetap Buka, KPP Pratama Baturaja Maksimalkan Pelayanan Pelaporan SPT Tahunan
Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *