Baturaja, Pariwaraoku.com – Program Samsat Menyapa memasuki pekan ketiga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasilnya, petugas masih menemukan cukup banyak kendaraan berpelat luar Sumatera Selatan (Sumsel) yang beroperasi di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang.
Bahkan, sebagian kendaraan tersebut diketahui telah beroperasi di OKU lebih dari tiga bulan. Temuan itu didominasi kendaraan milik perusahaan yang menjalankan aktivitas operasional di wilayah OKU.
Kepala UPTB PPD Wilayah OKU 1 Samsat Baturaja, Mgs Hidayatullah, S.Sos., M.Si., didampingi Kasi Pendataan dan Penagihan Agus Suprianto serta Kasi Penetapan, Pembukuan dan Pelaporan Efran Noveri mengatakan, kendaraan berpelat luar tersebut menjadi salah satu objek pendataan petugas.
“Cukup banyak kita temukan kendaraan berpelat luar Sumsel, terutama kendaraan milik perusahaan yang beroperasi di OKU,” kata Hidayatullah saat dibincangi di sela kegiatan Samsat Menyapa di Simpang Empat Unbara, Selasa (29/9/2026).
Pria yang akrab disapa Dayat ini mengatakan, pemilik kendaraan tersebut diberikan imbauan dan diarahkan untuk melakukan mutasi sesuai ketentuan, termasuk ke wilayah Sumsel atau wilayah tempat kendaraan beroperasi.
“Kita imbau dan kita arahkan untuk melakukan mutasi,” ujarnya.
Selain mendata kendaraan berpelat luar, Samsat Menyapa juga menjadi sarana petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan taat membayar pajak kendaraan.
Kegiatan ini melibatkan petugas gabungan UPTB PPD Wilayah OKU 1 Samsat Baturaja, Satlantas Polres OKU dan Jasa Raharja Baturaja.
“Program Samsat Menyapa ini memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar taat aturan saat berkendara, melengkapi administrasi kendaraan seperti STNK, SIM dan pajak kendaraan,” jelas Dayat.
Menariknya, pengendara yang tertib juga mendapat apresiasi berupa suvenir. Petugas memberikan bingkisan kepada pengendara yang menggunakan helm, baik pengendara maupun penumpang, memiliki kelengkapan kendaraan, membawa SIM dan STNK serta taat membayar pajak tepat waktu.
“Pengendara yang lengkap ada bingkisan suvenir. Ini bentuk apresiasi kita kepada mereka yang telah taat aturan berlalu lintas dan taat pajak,” tukasnya.
Dayat menambahkan, meski kegiatan tersebut belum terlalu signifikan berdampak terhadap peningkatan realisasi penerimaan pajak, Samsat Menyapa memberikan manfaat dalam proses pendataan kendaraan di lapangan.
Petugas dapat menemukan kendaraan yang menunggak atau mati pajak, termasuk kendaraan berpelat luar Sumsel. Data tersebut kemudian dicatat melalui aplikasi Siguntang.
“Kita dapat mendata, terutama kendaraan roda dua. Ini banyak kita temukan pajak kendaraannya mati,” tuturnya.
Sementara itu, terkait kabar kemungkinan adanya pemutihan pajak kendaraan bermotor, Dayat menyebut pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah provinsi.
Menurutnya, apabila program pemutihan diberlakukan, hal tersebut akan sejalan dengan Samsat Menyapa. Petugas dapat sekaligus menyosialisasikan program tersebut kepada pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak. “Kita masih menunggu instruksi, nanti kita informasikan,” pungkasnya. (RTS)





