Banner Muba

Baturaja, Patiwaraoku.com – Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd bagikan Makanan tambahan berupa telur kepada anak stunting di OKU, Rabu (27/3/2024).

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo rumah dinas Bupati OKU ini sebagai bentuk langkah konkrit pemkab OKU dalam mewujudkan OKU Zero Stunting melalui program OKU Best (Bebas Stunting).

Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya SKM M.Kes mengatakan kegiatan pembagian telur ini sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan orang tua asuh stunting yang diresmikan pada 9 Maret 2024 di Kecamatan Peninjauan.

Dikatakannya program orang tua asuh stunting otu merupakan amanat darii Pj Gubernur Sumsel kepada setiap daerah. “Alhamdulillah kabupaten OKU merupakan kabupaten yang pertama di Sumsel mencanangkan gerakan orang tua asuh stunting,” ujarnya.

Diungkapkannya, pemerintah pusat telah menetapkan target nasional angka stunting di Indonesia tahun 2024 harus berada di bawah 14%. Menurut data nasional dari hasil riset SSGI (Survei Status Gizi Indonesia), angka stunting di OKU mengalami penurunan signifikan setiap tahunnya, dengan persentase pada tahun 2021 sebesar 31%, 2022 sebesar 19%. “Sedangkan data untuk tahun 2023 sedang menunggu hasil riset dari Survei Kesehatan Indonesia yang baru saja dilaksanakan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Serahkan RTG RISHA Ke Masyarakat, Teddy Minta Pembangunan Dipercepat

Disebutkan Deddy, dari data primer yang diperoleh dari hasil pengukuran petugas gizi di 18 puskesmas, yang dilaporkan ke aplikasi EPPGBM Kemenkes, menunjukkan bahwa angka stunting di OKU jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional. “Pada tahun 2022, angka stunting OKU sebesar 3,95%, dan pada tahun 2023 sebesar 2,4%, dengan jumlah anak stunting sebanyak 262,” ungkapnya.

Maka dari itu Pemkab OKU mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya para pejabat di OKU untuk terlibat dalam berbagai program guna menurunkan angka stunting menjadi di bawah 14% pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional.

Langkah itu yakni berupa pemberian makanan tambahan, saat ini telah terkumpul bantuan dari beberapa kepala OPD, pejabat struktural, dan ASN, yang berupa telur sesuai dengan panduan program tersebut. “Telur ini akan diberikan kepada 262 anak stunting yang tersebar di OKU melalui 18 puskesmas di kabupaten tersebut, sebagai bagian dari program pemberian makanan tambahan yang akan dilakukan selama enam bulan ke depan,” tandasnya. 0

Baca Juga:  PT PLN UPT Baturaja Tanam Pohon Produktif di Sepanjang Jalur Transmisi ROW

Sementara itu Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala OPD yang telah berperan aktif dalam upaya menurunkan angka anak stunting di Kabupaten OKU.

Teddy meyakini bahwa dengan kerjasama semua pihak, masalah stunting pada anak-anak OKU dapat diselesaikan. “Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinkes OKU dan DPPKB jumlah anak stunting di OKU tinggal sedikit lagi yakni 262, angka ini jauh dibawah tahun sebelumnya,” kata Teddy.

Hal ini lanjutnya berkat kerja keras dari seluruh jajaran dinkes OKU dan Puskesmas yabga da di OKU. “Jika kita “keroyokan” (gotong royong red) saya yakin angka 262 anak stunting ini akhir tahun bisa diselesaikan dan bisa Zero Stunting,” ujarnya.

Dikatakan Teddy masalah stunting ini menjadi momok tidak hanya kabupaten OKU namun seluruh daerah. Untuk itu seluruh elemen masyarakat turut berperan serta dalam mengatasi masalah stunting, “jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri saja sementara ada saudara kita yang terkena stunting, nah inilah peran kita bersama. Ini juga bagian dari amal ibadah kita,” tukasnya.

Teddy berharap dengan semangat bersama tidak akan ada lagi anak yang mengalami stunting di Kabupaten OKU. “Target kita OKU zero Stunting,” tandasnya. (F21)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *