Baturaja, Pariwaraoku.com – Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd meninjau secara langsung persiapan kegiatan peresmian kampung budidaya ikan di Unit 3 Desa Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja, Jum’at (28/7/2023).
Peresmian Kampung Budaya Ikan Gabus ini akan dilakukan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru pada Sabtu (29/7/2023) besok bertepatan dengan HUT Kabupaten OKU ke 113.“Saya bersama dengan Dinas Pertanian dan OPD terkait lainnya serta pihak kecamatan dan Desa melakukan pengecekan persiapan kunjungan Gubernur SUmsel H Herman Deru dalam rangka meresmikan Kampung Budidaya Ikan Gabus di Desa Martajaya Kecamatan Lubuk Raja,” kata Teddy saat dibincangi pariwaraoku.com.
Dikatakan Teddy, Kampung budidaya ikan gabus ini terdiri dari 30 kolam dilahan seluas ¾ hektar, dilokasi ini dilengkapi dengan kolam pemijahan, kolam anakan ikan gabus hingga kolam pembesaran ikan. “Tak hanya kolam ikan gabus, tapi dilahan ini juga ditanami-tanaman pokok seprri cabai, sayuran, bawang dan lainya yang bisa membantu perekonomian rumah tangga, selain itu ada juga tanaman buah-buahan seprti durian dan lainya,” sebutnya.
Semua ini lanjutnya dilakukan dalam rangka mendukung program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GMSP) yang dicanangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru, hal ini juga sebagai langkah konkrit Pemkab OKU untuk berupaya menekan inflasi di Kabupaten OKU serta percepatan penurunan angka stunting. “ini sesuai dengan program Presiden Jokowi tahun ini menghapus angka kemiskinan ekstrem di seluruh daerah Indonesia. Ini lah upaya nyata kami supaya bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ditanya kenapa memilih budidaya ikan gabus yang tergolong sulit di budidayakan, Teddy kesulitan itulah yang menjadi motivasi dalam pengembangan budidaya ikan gabus ini. “kalau buidaya ikan Mas, Nila, Lele mungkin sudah tidak asing lagi. Justru karena kesulitan itulah menjadi motivasi, Budidaya ini diinisiasi oleh kelompok tani yang diketuai oleh pak Agus dan di backup oleh Dinas Pertanian dan terbukti berhasil kita bisa melakukan pemijahan sendiri dan mengembangkan budidaya ikan gabus ini yang notabenenya susah karena ini ikan liar,” ujarnya.
Budidaya Ikan Gabus ini juga memunculkan banyak inovasi yang dilakukan oleh kelompok tani, ikan gabus ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, setiap bagian dari ikan gabus bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi makanan dengan nilai gizi yang tinggi. “Nilai ekonomisnya sangat tinggi, mulai dari dagingnya bisa dikonsumsi, tulannya bisa dibuat kerupuk tulang ikan gabus, termasuk kita juga sedang mengembangkan produksi albumin dari ikan gabus, bila albumin ini bisa dikembangkan secara maksimal, mungkin kita menjadi satu-satunya daerah yang mengembangkan inovasi ini,” Tandasnya.
Sementara itu kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Ir Tri Aprianingsih mengatakan Kampung Budidaya ikan gabus ini memiliki 30 kolam yang tediri dari kolam pemijahan, anakan dan pembesaran. Setiap kolam diisi 1000 ekor bibit ikan gabus. “ada 26 ribu bibit ikan yang kita budidayakan, 4 kolam kita gunakan untuk kolam panen,” jelasnya.
Tak hanya di lokasi ini saja, budidaya ikan gabus ini juga dilakukan oleh kelompok tani lainya yang dikembangkan di rumah-rumah warga. “Ikan gabus ini sangat banyak manfaatnya nilai ekonomisnya tinggi, bahkan albumin dari ekstrak ikan gabus ini harganya cukup mahal 1 kg albumin ikan gabus ini dihargai Rp 1,8 juta,” tandasnya. (RED)








