Baturaja, Pariwaraoku.com – Suasana ceria dan gelak tawa mewarnai halaman TK Islamic Center Baturaja saat Bunda PAUD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Hj Zwesty Karenia Teddy, menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak, Rabu (15/7/2026). Kehadiran Bunda PAUD disambut antusias para peserta didik baru yang mengikuti berbagai permainan edukatif dan menyenangkan.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., serta Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik OKU Yuliawati, S.E., M.Pd., Bunda PAUD berbaur langsung bersama anak-anak. Melalui permainan sederhana, bernyanyi, dan tanya jawab, ia mengajak para peserta didik mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun keberanian untuk berinteraksi dengan guru dan teman-teman baru.
Keceriaan semakin terasa ketika Bunda PAUD membagikan bingkisan kepada anak-anak. Momen tersebut disambut senyum bahagia dan tepuk tangan meriah dari para peserta didik, menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus meninggalkan kesan positif di hari pertama mereka bersekolah.
Menurut Hj Zwesty Karenia Teddy, pelaksanaan MPLS Ramah bertujuan menghadirkan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan sehingga anak merasa aman, nyaman, dan percaya diri mengikuti proses pembelajaran.
“Kalau anak bahagia, mereka akan semangat belajarnya,” ujar Bunda PAUD OKU sembari menyapa dan bermain bersama anak-anak.
Pada kesempatan itu, Bunda PAUD juga menyosialisasikan Program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari satu tahun pendidikan prasekolah (PAUD) hingga jenjang pendidikan menengah. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kesiapan belajar anak.
“Keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun memerlukan dukungan semua pihak. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi agar setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas sejak usia dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si. menegaskan komitmen Dinas Pendidikan OKU untuk terus mendorong pelaksanaan MPLS Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menggembirakan, bebas dari perundungan, serta mampu menumbuhkan semangat belajar dan karakter positif pada setiap anak.
“Kami ingin setiap anak datang ke sekolah dengan rasa senang, bukan takut. Melalui MPLS Ramah, anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mendukung keberhasilan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten OKU,” tegas Kadarisman.
Ia juga mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar setiap anak di Kabupaten OKU memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak PAUD hingga pendidikan menengah.
Melalui kegiatan ini, Kadarisman berharap budaya sekolah yang ramah anak semakin kuat, sekaligus meningkatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun demi terwujudnya generasi OKU yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (RTS)






