Baturaja, Pariwaraoku.com – Momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten OKU melalui UPTD balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker OKU menggelar pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja OKU Kadarisman S.Ag M.Si dibincangi portal ini mengatakan Pelatihan keterampilan ini merupakan gelombang kedua, kegiatan yang di pusatkan di UPTD BLK Disnaker OKU ini diikuti oleh 48 peserta yang mengikuti 3 jurusan pelatihan keterampilan.
Disebutkan Kadarisman, tiga jurusan pelatihan keterampilan yang dilaksanakan itu yakni pelatihan tata rias kecantikan, pelatihan menjahit, dan pelatihan tata boga. “Setiap jurusan diikuti oleh 16 peserta,” kata kadarsiman
Dari monitoring pasca kegiatan sebelumnya, sebanyak 40 persen peserta pelatihan bisa terserap di lapangan kerja di beberapa daerah. Kemudian ada juga yang secara mandiri membuka usaha.
Tujuan kegiatan ini lanjutnya untuk meningkatkan kompetensi bagi pencari kerja. Disamping untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta memiliki motivasi untuk mandiri membuka usaha mandiri. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang produktif.
“Peserta mengikuti pelatihan keterampilan selama 240 jam, atau sekitar 1 bulan. Dengan metode memberikan materi 30 persen, dan sebanyak 70 persen dalam bentuk praktek. Selama kegiatan diberikan ATK, modul, dan nantinya dapat sertifikat pelatihan,”terangnya.
Ditambahkan Kadarisman, kegiatan pelatihan kali ini dilaksanakan dalam momen khusus, karena bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. “Semoga ini memberikan semangat dan memberi motivasi kepada peserta,” ujarnya.
Diungkapkannya animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan ini cukup tinggi bagkan jumlah peserta yang mendaftar cukup banyak mencapai lebih dari 500 orang. Namun karena keterbatasan anggaran para peserta yang ikut diseleksi.
Dikatakan kadarisman Kegiatan Pelatihan keterampilan ini sebagai bentuk komitmen Pemkab OKU untuk meningkatkan skill bagi generasi muda pencari kerja. “Sasaran kegiatan sebetulnya angkatan kerja baru, Khususnya tamatan SMA atau SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sehingga tidak sampai menambah deretan angka pengangguran,” tandasnya. (fei)





