Baturaja, Pariwaraoku.com – Gelar Aksi damai di Gedung DPRD OKU, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam “CIPAYUNG” sampaikan tuntutan Aksi dengan cara yang elegant dan damai tanpa ada aksi kericuhan, Rabu (3/9/2025).
Para Mahasiswa Cipayung ini dikomandoi oleh masing-masing ketua OKP yakni Rahul Roy Adie Saputra (Ketua KAMMI), Ryan Akbar Pramana (Ketua GMNI), Emi Patiwi (Ketua PMII) dan M Aril Nugraha (Sekertaris Umum IMM) ini awalnya meyampaikan orasi di halaman Gedung DPRD OKU, setelah itu melakukan diskusi didalam ruang banmus DPRD OKU.
Karena ruang Banmus tak dapat menampung mahasiswa tersebut, untuk keseragaman dan sama rasa para mahasiwa ini mengajak Ketua DPRD OKU Sahril Elmi bersama beberapa anggota DPRD OKU Lainnya untuk duduk lesehan dilantai sambil berdiskusi dan menyampaikan tuntutan aksi. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakapolres OKU Kompol Eryadi.
Adapun tuntutan Mahasiswa Cipayung ini diantaranya, Mengingatkan pejabat publik untuk mengedepankan etika, moral, dan
empati. Perilaku berjoget atau ucapan yang tidak berempati sehingga sangat
melukai perasaan rakyat. Mendesak pengesahan Rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset untuk memberantas korupsi
Kemudian mendesak penghapusan tunjangan rumah dinas DPR RI serta evaluasi seluruh fasilitas dan tunjangan yang berlebihan & tidak adil baik DPR RI sampai ke DPR Daerah. Menuntut pihak Kepolisian mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pola pengamanan aksi dengan mengedepankan pendekatan humanis bukan represif.
Para mahasiswa ini juga Mengecam insiden Baracuda yang menabrak peserta aksi, serta dengan pengusutan transparan, pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) pelaku, dan proses pidana tegas. Menuntut Mahkamah Konstitusi meninjau ulang keputusan NO: 135/PUU-XXII/2024 karena dinilai bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat pasal 1967 ayat 3 UU no 7 tahun 2017 tentang UU Pemilu. Meminta negara menjamin kebebasan berpendapat sebagaimana diatur
konstitusi
Mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengevaluasi kinerja lembaga legislatif secara menyeluruh. “Kami minta agar tuntutan kami ini bisa diteruskan ke Pusat, dan kami juga meminta agar pihak DPRD OKU Transparan dalam menyampaikan tuntutan ini kepusat, jangan sampai nanti tumtutan kami ini hanya jadi tumpukan kertas dan jadi sampah,” ujar ketua Kammi Rahul Roy Adie Saputra.
Pada kesempatan itu juga Para mahasiswa ini
Meminta Seluruh Anggota DPRD Kabupaten OKU patungan menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki kerusakan fasilitas yang terjadi akibat aksi 1 september kemarin. “Kami beri waktu selambat-lambatnya 2 minggu kepada Anggota DPRD OKU untuk mempernaiki kerusakan tersebut,” tandasnya.
Sementara itu Ketua DPRD OKU Sahril Elmi sangat mengapresiasi cara penyampaian aspirasi mahasiwa cipayung yang dinilai sangat elegant tanpa adanya aksi kericuhan. “Saya mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi, untuk perbaikan menggunakanndana pribadi saya sendiri ssbagai ketua DPRD setuju, namun nanti akaj kami koordinasikan dulu dengan anggota DPRD OKU lainnya, kita ini banyak Fraksi partai yang berbeda jadi akan kaki koordinasikan dan diskusikan dulu,” kata Pria yang akrab disapa Alek ini.
Alek juga berjanji akan menyampaikan tuntutan para mahasiswa ini kepusat. “Kita saling percaya, kami akan sampaikan kepusat, bila perlu nanti kunker membawa aspirasi ini, bahkan kalau tidak menyalahi aturan dan ada dananya perwakilan adek-adek mahasiswa ini bisa ikut kita kunker menyampaikan aspirasi ini,” tukasnya.
Sebelum membubarkan diri, para mahasiswa ini juga dengan kesadaran masing-masing membersihkan bekas snack yang disediakan pihak Sekwan, mereka memungut dan membuang bekas snack itu ke Kotak sampah. “Tadi kami datang bersih, kami kembali juga harus bersih,” tukas Ketua GMNI Ryan.(fei)





