Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com – Belum dimulai, dua orang calon siswa Sekolah rakyat kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengundurkan diri, hal itu diungkapkan Koordinator PKH Kemensos RI Heriyansyah saat Audiensi Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang UPT Kemensos RI Gini Toponindro dengan Wakil Bupati Ir H Marjito Bachri dalam rangka Persiapan Operasional Sekolah Rakyat, Pembukaan MPLS, dan Cek Kesehatan bersama di rumah dinas Bupati OKU pada Kamis (18/9/2025).

Dituturkan pria yang akrab disapa yayan itu,  penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat ini berkolaborasi dengan berbagai pihak yakni, BPS OKU, Disdik OKU, Dinsos OKU, Pemerintah Desa dan Pemerintah kelurahan. “Semuanya berkolaborasi dan untuk data calon siswa ini kita lakukan verifikasi,” kata Yayan

Dari hasil penjaringan itu didapat 82 orang calon siswa, namun 2 siswa mengundurkan diri karena berberapa faktor hingga yang tersisa saat ini hanya 80 orang calon siswa yang terdiri dari 36 orang Perempuan dan 44 orang laki-laki. “2 orang yang mundur ini semuanya perempuan, mereka semua anak yatim,” tambahnya.

Disinggung soal alasan dua siswa ini mundur, dituturkan Yayan, secara latar belakang dua orang anak ini masuk dalam keriteria sekolah rakyat keduanya merupakan anak yatim, ibunya merupakan buruh cuci. “anak ini ada adik, jadi saat ibunya bekerja sebagai buruh cuci tidak ada yang megasuh adiknya, sementara Sekolah rakyat ini tinggal di asrama, makanya mereka berpikir untuk mundur,” tuturnya

Dikatakannya pihaknya telah melakukan edukasi dan memberikan motivasi kepada yang mengundurkan diri namun belum membuanhkan hasil. Pihaknya berharap ada kebijakan untuk dua anak in sehingga mereka tetap bisa bersekolah. “Memang keduanya belum kita entri dalam data namun harapan kami anak ini tetap bisa bersekolah semoga ada kebijakan,” harapnya

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *