Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com – Upaya menekan angka Kecelakaan Lalu Lintas di Bumi sebimbing sekundang, Jasa Raharja Baturaja kembali menghadirkan inovasi program terobosan dengan melibatkan aparatur Kecamatan dan desa.

Inovasi program inisiatif itu bertajuk “Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa”. Program itu dilaksanakan di Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU.

Program ini mengusung pendekatan baru yang lebih fokus pada perubahan perilaku di lingkungan tempat tinggal korban kecelakaan, Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis domisili korban sebagai pendekatan baru yang lebih menyasar perubahan perilaku masyarakat.

Dalam pendekatan ini, aparatur kecamatan dan desa dinilai memiliki peran strategis sebagai Agen Keselamatan Transportasi. Kedekatan sosial, pemahaman terhadap karakteristik wilayah, serta pengaruh yang mereka miliki di masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan edukasi dan pengawasan secara lebih intensif dan berkesinambungan dan juga Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak lebih tepat sasaran karena langsung menyasar perubahan perilaku masyarakat berdasarkan data domisili korban kecelakaan.

Baca Juga:  Gerak Cepat, PT Semen Baturaja Salurkan Bantuan Korban Banjir di OKU

Melalui metode ‘socio engineering’, satu aparatur diharapkan mampu menjangkau ratusan masyarakat di wilayahnya dan menciptakan ‘multiplier effect’. Program ini difokuskan pada tiga kecamatan dengan tingkat kejadian kecelakaan tertinggi di Wilayah kerja PT. Jasa Raharja Cabang Baturaja yaitu Kecamatan Baturaja Timur (OKU), Kecamatan Buay Madang dan Kecamatan Martapura (OKU Timur).

Sebagai catatan di Kecamatan Baturaja Timur terjadi kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka-luka maupun meninggal dunia pada periode bulan Januari sd September Tahun 2025 yaitu 49 kejadian dengan total pembayaran santunan sebesar Rp. 513.890.665 dibandingkan pada periode yang sama tahun 2024 yaitu 37 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Dengan strategi berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur lokal, Jasa Raharja menargetkan meningkatnya pemahaman peserta, terbentuknya rencana aksi berkelanjutan, dan penurunan angka kecelakaan di wilayah prioritas. Kolaborasi intensif dengan pemangku kepentingan daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi budaya keselamatan di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  TRC H Teddy Meilwansyah Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Di Kampung Baru

Jasa Raharja optimistis bahwa pendekatan baru ini akan memberikan dampak signifikan dan membangun ekosistem keselamatan transportasi yang lebih kuat, dekat dengan masyarakat, dan berkelanjutan. (*)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *