Banner Muba

Ogan Ilir, Pariwaraoku.com – Dansat Intel Korbrimob Polri, Kombes Pol Mulyadi SIK MH menyambangi Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Rabu (13/09/23).

Kedatangan Kombes Pol Muyadi ini untuk melakukan sarasehan bersama warga setempat guna membahas penanganan serta pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di OI khususnya Desa Ibul Besar 1.

Kegiatan itu digelar dibalai Desa yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, Camat Pemulutan M Panca Rahmat SH MSi, Kades Ibul besar 1 Nazori dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dansat Intel Korbrimob Polri, Kombes Pol Mulyadi SIK MH menyampaikan beberapa hal penting mengenai dampak negatif Karhutlah terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dituturkannya pada tahun 2017 lalu di Provinsi Sumsel pernah emergency masalah kebakaran hutan, pada saat itu sampai bandara ditutup yang sangat merugikan semua pihak. Untuk itu mantan Kapolres OKU ini berharap pertemuan ini bisa membawa hal-hal positif kedepan dan masalah karhutlah dapat diminimalisir serta dicegah.

Baca Juga:  PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah Hadiri Rakor Penangan Karhutlah Di Sumsel

“Karhutlah ini merugikan bagi diri kita sendiri, itulah dampak dari asap-asap kebakaran hutan dan lahan, Semoga kita bisa berbuat lebih baik dan berguna bagi lingkungan kita,” harapnya

Camat Pemulutan M Panca Rahmat memaparkan kondisi Kecamatan Pemulutan yang terdiri dari 25 Desa, didesa Ibu Besar 1sebagian besar terdiri dari lahan gambut. “Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang kepada Dansat Intel Korbrimob Polri Kombes Pol Mulyadi, itulah kondisi dari kecamatan Pemulutan,” bebernya.

Dikatakan camat pihaknya siap bahu-membahu untuk melalukan pencegahan dan menanggulangi penanganan Karhutlah dan berharap Karhutlah bisa diminimalisir serta di cegah.

“Kami siap bahu membahu, mencegah, dan menanggulangi untuk penangan Karhutlah, semoga kita cepat bisa melewati dampak karhutlah ini, agar lingkungan kita menjadi lebih baik,”  Tandasnya.

Sementara itu, BPPD Kabupaten Ogan Ilir turut memberikan materi tentang upaya yang telah mereka lakukan dalam penanganan karhutlah.Pihaknya mencatat bahwa pada tanggal 12 September 2023 saja, telah terjadi 115 kejadian Karhutlah terbakar, dengan luas sekitar 340,693 hektar.

Baca Juga:  H Teddy Meilwansyah Dilantik Sebagai Kadisdik Provinsi Sumsel

“Maka dari itu upaya kami membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan posko desa, pemerintah desa membuat jalur akses kendaraan roda empat dan memetakan lokasi embung/kanal di Daerah rawan Karhutlah, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan membakar lahan,” bebernya.

Kegiatan sarasehan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta, Acara ditutup dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan dalam upaya menjaga lingkungan dari ancaman Karhutlah. (Fai)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *