Banner Muba

BATURAJA, PariwaraOKU.com – Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, tetapi nilai yang semestinya hadir dalam setiap tindakan. Mulai dari menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga kerukunan, bermusyawarah hingga berlaku adil, semuanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat itulah yang dibawa Yessy Seftiani, mahasiswa Program Studi D4 Kebidanan RPL Lokus OKU, NIM PO7124226220, dalam kegiatan di Kecamatan Pengandonan.

  1. Melalui kegiatan tersebut, Yessy mengajak masyarakat melihat bahwa pengamalan Pancasila sebenarnya tidak membutuhkan langkah yang rumit. Nilai-nilai kebangsaan justru dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga dan masyarakat sekitar.

Menurut Yessy, kehidupan sosial yang harmonis dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana. Menghormati orang lain, peduli terhadap kondisi lingkungan, bersedia membantu tetangga dan membangun komunikasi yang baik merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.

“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perbuatan yang mencerminkan nilai kemanusiaan, persatuan, serta keadilan,” ujarnya.

Pengamalan sila pertama, menurut Yessy, dapat dimulai dengan memberikan ruang kepada setiap orang untuk menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Baca Juga:  Rayakan HUT ke – 51 Tahun, Semen Baturaja Salurkan Bantuan Senilai Rp 715,1 Juta untuk Masyarakat

Perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun hubungan sosial. Sebaliknya, sikap saling menghormati dapat menjadi fondasi terciptanya lingkungan yang aman, damai dan rukun.

Sementara nilai kemanusiaan dalam sila kedua dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Membantu warga yang membutuhkan, tidak membeda-bedakan orang, menjaga ucapan serta memperlakukan setiap individu dengan hormat merupakan tindakan sederhana yang memiliki makna besar.

Yessy juga menyoroti pentingnya semangat persatuan. Perbedaan pendapat, latar belakang maupun kepentingan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.

Menjaga kerukunan, bekerja sama dan membangun komunikasi terbuka menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya konflik di lingkungan masyarakat.

Nilai persatuan, kata dia, akan semakin kuat apabila masyarakat terbiasa mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Pancasila juga mengajarkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Kebiasaan tersebut bahkan dapat dibangun dari lingkungan keluarga. Setiap anggota keluarga diberi kesempatan menyampaikan pendapat sebelum keputusan bersama ditetapkan.

Menurut Yessy, kebiasaan berdialog sejak dini dapat membentuk sikap demokratis. Anak-anak juga belajar bahwa perbedaan pendapat bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan saling mendengarkan.

Baca Juga:  Perumda Tirta Raja Gelar Program Bebas Denda Bagi Pelanggan Menunggak Tagihan air

Dalam kehidupan masyarakat, prinsip yang sama dapat diterapkan ketika menentukan berbagai keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.

Nilai sila kelima juga tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Bersikap adil, menghormati hak orang lain, tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan memperlakukan warga secara setara merupakan contoh penerapan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai mahasiswa kebidanan, Yessy turut menghubungkan nilai Pancasila dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama. Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Semangat Pancasila semakin mudah terlihat melalui kegiatan gotong royong. Membersihkan lingkungan, membantu tetangga, menjaga fasilitas umum dan terlibat dalam kegiatan sosial merupakan contoh sederhana yang mampu mempererat hubungan antarwarga.

Baca Juga:  Dinilai Berhasil Meningkatkan Kualitas Air, Bupati OKU dan Perumda Air Minum Tirta Raja Dianugerahi Penghargaan

Bagi Yessy, pengamalan Pancasila tidak seharusnya hanya muncul dalam kegiatan seremonial. Nilai tersebut akan lebih bermakna apabila menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran dalam menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Saya berharap nilai-nilai Pancasila dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal dan kemudian berkembang dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kegiatan yang dilakukan Yessy menjadi gambaran bahwa nilai-nilai Pancasila sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tidak harus melalui tindakan besar. Menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, berlaku adil hingga peduli terhadap kesehatan lingkungan merupakan bagian dari pengamalan Pancasila.

Dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten itulah nilai Pancasila dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (*)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *