#Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban Melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan Dan Desa Di Kecamatan Buay Madang
Martapura, Pariwaraoku.com – Jasa Raharja Cabang Baturaja libatkan masyarakat di Kecamatan Dan Desa khususnya Di Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
Hal ini menjadi inovasi program inisiatif terobosan Jasa Raharja Baturaja untuk menekan angka kecelakaan lalulintas dengan program yang mengusung tema “Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa”.
Tema itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan bertema “Keselamatan untuk Indonesia Maju”. Program ini mengusung pendekatan baru yang lebih fokus pada perubahan perilaku di lingkungan tempat tinggal korban kecelakaan, Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis domisili korban sebagai pendekatan baru yang lebih menyasar perubahan perilaku masyarakat.
Dalam pendekatan ini, aparatur kecamatan dan desa dinilai memiliki peran strategis sebagai Agen Keselamatan Transportasi. Kedekatan sosial, pemahaman terhadap karakteristik wilayah, serta pengaruh yang mereka miliki di masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan edukasi dan pengawasan secara lebih intensif dan berkesinambungan dan juga Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak lebih tepat sasaran karena langsung menyasar perubahan perilaku masyarakat berdasarkan data domisili korban kecelakaan.
Melalui metode ‘socio engineering’, satu aparatur diharapkan mampu menjangkau ratusan masyarakat di wilayahnya dan menciptakan ‘multiplier effect’. Program ini difokuskan pada tiga kecamatan dengan tingkat kejadian kecelakaan tertinggi di Wilayah kerja PT. Jasa Raharja Cabang Baturaja yaitu Kecamatan Baturaja Timur (OKU), Kecamatan Buay Madang dan Kecamatan Martapura (OKU Timur).
Sebagai catatan di Kecamatan Buay Madang jumlah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka-luka sebanyak 4 Orang dan meninggal dunia sebanyak 5 Orang pada periode bulan Januari sd September Tahun 2025 dengan total kejadian14 kalilaka lantas dengan total pembayaran santunan sebesar Rp. 323.715.179.-
Dengan strategi berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur lokal, Jasa Raharja menargetkan meningkatnya pemahaman peserta, terbentuknya rencana aksi berkelanjutan, dan penurunan angka kecelakaan di wilayah prioritas. Kolaborasi intensif dengan pemangku kepentingan daerah diharapkan mampu mempercepat transformasi budaya keselamatan di seluruh Indonesia.
Jasa Raharja optimistis bahwa pendekatan baru ini akan memberikan dampak signifikan dan membangun ekosistem keselamatan transportasi yang lebih kuat, dekat dengan masyarakat, dan berkelanjutan. (*)








