Baturaja, Pariwaraoku.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Kadarisman S.Ag., M.Si menegaskan peran guru agama sangat penting dalam membentuk akhlak dan budi pekerti generasi muda di Bumi Sebimbing Sekundang.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD se-Kabupaten OKU bersama Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan OKU di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Kebersamaan dan Bersinergi untuk GPAI Hebat dan Bermartabat” itu dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Dr. H. Muhammad Ali S.Ag., M.Pd.I, Kasubbag TU Kankemenag OKU H. Fahrul Amin M.Pd.I, Ketua KKG PAI SD Suja’i S.Ag., M.Pd.I, serta pejabat di lingkungan Kemenag OKU. Turut mendampingi Kadisdik OKU, Kabid PTK Disdik OKU Tammeri SE dan Kasi PTK Disdik OKU Sahri.
“Peran dan keberadaan guru agama sangat penting dalam membentuk akhlak dan budi pekerti anak bangsa. Guru agama itu istimewa, biasanya selalu ditokohkan di tengah masyarakat,” ujar Kadarisman.
Ia menegaskan, Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dan Wakil Bupati OKU H Marjito Bachri melalui Dinas Pendidikan OKU terus membangun kepercayaan dan komitmen bersama para guru PAI, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, profesi guru merupakan profesi mulia yang keberadaannya sangat dibutuhkan.
“Pelajaran agama adalah mata pelajaran wajib. Setiap murid berhak mendapatkan pelajaran agama sesuai keyakinannya,” imbuhnya.
Kadarisman juga mengaku bangga dengan kekompakan guru PAI di OKU. Menurutnya, halal bihalal menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenag dalam memajukan guru PAI.
“Kami tidak membeda-bedakan semua guru di OKU, khususnya guru PAI. Bahkan banyak guru agama yang berhasil meniti karier hingga menjadi kepala sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag OKU Dr. H. Muhammad Ali menyambut baik kegiatan halal bihalal yang digelar KKG PAI SD. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momen mempererat silaturahmi pasca Ramadhan dan Idul Fitri.
“Halal bihalal ini khas Indonesia. Mungkin sebelumnya belum sempat bersilaturahmi karena jarak dan waktu, maka ini momennya kita berkumpul. Ini sunah Rasul,” katanya.
Ia menambahkan, guru agama berada di garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus, sehingga peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang sangat penting.
“Tujuan kita sama, baik Kemenag maupun Disdik OKU, yaitu mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Semoga guru PAI ke depan semakin baik,” harapnya. (RTS)





