Baturaja, Pariwaraoku.com – Merebaknya isu dan spekulasi terkait kemungkinan pembatalan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah SMP Negeri, khususnya SMP Negeri 1 Baturaja, belakangan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa yang anaknya telah dinyatakan lulus.
Menjawab kegelisahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kadarisman, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa orang tua tidak perlu khawatir karena kelulusan yang telah diumumkan merupakan hasil proses seleksi resmi yang dilaksanakan berdasarkan aturan dan regulasi yang berlaku.
“Kami meminta para orang tua yang anaknya sudah dinyatakan lulus agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang. Kelulusan mereka diperoleh melalui proses yang sah dan sesuai ketentuan,” tegas Kadarisman.
Menurutnya, munculnya berbagai narasi yang seolah-olah hasil SPMB masih dapat diubah atau dibatalkan telah memunculkan keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat. Padahal, seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Kadarisman menegaskan, status kelulusan siswa yang telah diumumkan tidak dapat dibatalkan hanya karena adanya tekanan, intervensi maupun desakan dari pihak-pihak tertentu yang tidak puas terhadap hasil seleksi.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua yang putra-putrinya telah dinyatakan lulus dalam proses SPMB SMP Negeri agar tetap tenang dan tidak perlu merasa khawatir. Kami menjamin bahwa seluruh peserta yang dinyatakan lulus telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, status kelulusan yang telah ditetapkan tidak mungkin dibatalkan hanya karena adanya intervensi, tekanan maupun intimidasi dari segelintir oknum. Kami bekerja berdasarkan aturan,” katanya.
Ditegaskannya seluruh panitia SPMB di SD Negeri dan SMP Negeri se-Kabupaten OKU telah melaksanakan tahapan dan prosedur penerimaan murid baru sesuai ketentuan yang berlaku. Khusus di SMPN 1 OKU yang menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peminat tertinggi, seleksi harus dilakukan karena keterbatasan daya tampung.
“Panitia di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri yang ada di OKU sudah melaksanakan tahapan dan prosedur SPMB sesuai dengan ketentuan. Terlebih di SMPN 1 OKU karena kita tahu sekolah ini merupakan kategori sekolah peminat tinggi. Namun karena daya tampung terbatas, seleksi harus dilakukan, dan saya pastikan seleksinya sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan tetap membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan untuk menyampaikan pengaduan secara resmi.
“Kalau ada yang merasa persyaratan anaknya sudah memenuhi tetapi tidak lulus, silakan membuat pengaduan kepada kami dengan data dan informasi yang lengkap supaya bisa kami croscek. Namun kami tidak akan melayani isu-isu atau dugaan yang tidak berdasarkan fakta dan data yang jelas,” tegasnya.
Menurut Kadarisman, setiap laporan harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap laporan itu harus jelas legal standing-nya. Yang merasa dirugikan harus jelas siapa orangnya, dan apa penyebab dia dirugikan. Jadi bukan menduga-duga. Sebab sampai hari ini belum ada orang tua yang melapor merasa dirugikan karena kecurangan SPMB,” ungkapnya.
Kadarisman juga mengajak masyarakat melihat hasil SPMB secara lebih bijak dan proporsional. Menurutnya, tidak diterima di sekolah favorit bukan berarti kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
“Kami juga perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa anak-anak yang kemarin belum lulus di SMPN 1, SMPN 2 maupun SMPN 13 tetap berbesar hati. Berdasarkan data yang kami miliki, alhamdulillah mereka sudah mendaftar ke SMP Negeri lainnya di wilayah Kota Baturaja. Artinya, anak-anak kita tetap mendapatkan akses pendidikan dan tidak ada yang kehilangan haknya untuk bersekolah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh SMP Negeri di Kota Baturaja memiliki kualitas pendidikan yang baik, didukung tenaga pendidik yang kompeten serta sarana pendidikan yang terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah.
“Jangan sampai muncul anggapan bahwa masa depan anak hanya ditentukan oleh satu sekolah tertentu. Semua SMP Negeri di Kota Baturaja memiliki kualitas yang baik dan terus kami dorong untuk berkembang. Yang menentukan keberhasilan anak bukan semata nama sekolahnya, melainkan kemauan belajar, disiplin, dukungan orang tua, dan proses pendidikan yang dijalani dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. (RTS)





