Baturaja, Pariwaraoku – Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bentuk Tim Pembinaan Perpustakaan (Baper) tingkatkan kualitas tata kelola perpustakaan sekolah.
Melalui inovasi itu Dispusip OKU terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola perpustakaan sekolah dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pembinaan sekaligus membantu pengurusan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU, Ahmad Azhar, S.STP., M.Si., mengatakan kegiatan pembinaan tersebut telah berlangsung sejak April 2026. Dalam pelaksanaannya, Dispusip OKU berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) serta pihak kecamatan.
“Hingga saat ini sekitar 50 sekolah telah kami datangi. Sekolah-sekolah tersebut berada di Kecamatan Lengkiti, Lubuk Raja, dan Peninjauan,” kata Ahmad Azhar.
Menurutnya, kegiatan pembinaan Sesuai dengan arahan dsri Bapak Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dan Bunda Literasi OKU Hj Zwesty Karenia Teddy, hal itu tidak hanya bertujuan meningkatkan pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih tertib dan sesuai standar, tetapi juga mendata serta membantu pendaftaran perpustakaan yang belum memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
NPP merupakan kode identifikasi unik nasional yang wajib dimiliki setiap perpustakaan di Indonesia. Keberadaan NPP menjadi bagian penting dalam pendataan dan pengembangan perpustakaan secara nasional.
Berdasarkan data sementara, masih terdapat sekitar 200 perpustakaan sekolah di Kabupaten OKU yang belum memiliki NPP. Karena itu, Tim Baper melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi sekolah secara langsung untuk melakukan pendataan dan membantu proses registrasi.
“Kami ingin seluruh perpustakaan sekolah di OKU memiliki legalitas dan terdata secara nasional. Karena itu, tim terus bergerak ke lapangan agar proses pendataan dan pendaftaran NPP dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Ahmad Azhar menegaskan, Dispusip OKU menargetkan seluruh perpustakaan sekolah yang belum memiliki NPP dapat terdaftar pada tahun 2026.
“Target kami sekitar 200 perpustakaan sekolah yang belum memiliki NPP bisa seluruhnya terdaftar dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan tahun ini,” tegasnya.
Melalui program pembinaan tersebut, Dispusip OKU berharap kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah semakin baik sehingga mampu mendukung peningkatan budaya baca dan literasi di kalangan pelajar di Kabupaten OKU. (RTS)





