Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd. mengeluarkan imbauan kepada para ayah di Kabupaten OKU untuk lebih aktif terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.9/485/XXVIII/2026 yang ditandatangani Bupati OKU sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN terkait penguatan peran ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak. Program ini bertujuan mendorong kehadiran ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak sekaligus memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu maupun sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah.

“Peran ayah sangat penting dalam membangun karakter, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak. Kehadiran ayah saat mengambil rapor maupun mengantar anak pada hari pertama sekolah merupakan bentuk perhatian yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Perbaiki Jembatan Gantung Desa Karang Agung, Pembkab OKU Wacanakan Bangun Jembatan Permanen

Dalam surat tersebut, para ayah yang memiliki anak usia sekolah mulai dari PAUD, pendidikan dasar hingga pendidikan menengah dihimbau untuk hadir langsung mengambil rapor anak pada akhir semester serta mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru.

Bupati berharap seluruh masyarakat OKU dapat menyambut baik gerakan tersebut dan menjadikannya sebagai budaya positif dalam keluarga.”Mari luangkan waktu untuk hadir mendampingi anak-anak kita. Kehadiran seorang ayah adalah investasi berharga bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadisdik OKU Kadarisman menyambut baik gerakan tersebut dan meminta seluruh satuan pendidikan di Kabupaten OKU untuk mendukung pelaksanaannya.

Menurut Kadarisman, keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan akan memperkuat komunikasi antara keluarga dan sekolah sehingga perkembangan akademik maupun karakter anak dapat dipantau bersama.

“Melalui GEMAR dan GAMAS, kita ingin membangun sinergi antara keluarga dan sekolah. Kehadiran ayah di lingkungan sekolah menjadi motivasi tersendiri bagi anak untuk lebih semangat belajar dan berprestasi,” katanya.

Berdasarkan isi surat imbauan tersebut, pelaksanaan GEMAR dimulai pada bulan Juni 2026 menyesuaikan jadwal pembagian rapor di masing-masing sekolah. Sementara bagi ayah yang mengikuti kegiatan GEMAR maupun GAMAS, diharapkan memperoleh fleksibilitas waktu atau dispensasi sesuai ketentuan yang berlaku di instansi maupun tempat kerja masing-masing.

Kadarisman juga mengajak para ayah untuk tidak hanya hadir saat pembagian rapor dan hari pertama sekolah, tetapi terus terlibat dalam proses pendidikan anak sehari-hari.

“Anak-anak yang mendapatkan perhatian dan dukungan dari kedua orang tuanya, khususnya ayah, cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih baik, karakter yang kuat, serta rasa percaya diri yang tinggi. Karena itu, kami berharap Gerakan GEMAR dan GAMAS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan oleh para orang tua di Kabupaten OKU,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten OKU siap mendukung penuh pelaksanaan gerakan tersebut melalui koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan sehingga tujuan memperkuat peran keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak dapat terwujud secara optimal.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Guru P3K di OKU Diringkus Polisi

“Mari kita bersama-sama menciptakan generasi OKU yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Kadarisman.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Kehadiran ayah dalam pendidikan anak diyakini mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis, mendukung prestasi belajar, serta membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter. (RTS)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *