Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com — Musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare.

Kondisi cuaca yang kering berpotensi membuat ketersediaan air bersih berkurang. Di sisi lain, lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya dapat meningkatkan risiko pencemaran air maupun makanan yang menjadi salah satu pemicu diare.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedi Wijaya, S.KM., M.Kes. mengatakan, diare dapat menyerang siapa saja. Namun, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami dehidrasi.

“Musim kemarau biasanya membuat ketersediaan air bersih berkurang dan kondisi lingkungan lebih mudah kotor. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah diare,” ujar Dedi kepasa portal ini, jum’at (4/9/2026)

Dedi juga mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kebersihan dan kualitas air yang digunakan sehari-hari, terutama di tengah kondisi kemarau ketika ketersediaan air bersih dapat berkurang.

Baca Juga:  Kajati Sumsel Dr Yulianto Kunjungi Kantor Kejari OKU

Bagi masyarakat yang memanfaatkan sumber air seperti sungai, air tersebut sebaiknya terlebih dahulu melalui proses pengolahan atau treatment sebelum digunakan untuk konsumsi, sehingga kebersihan dan keamanannya lebih terjamin.

“Intinya, air yang digunakan untuk minum harus dipastikan bersih dan aman. Jika sumber airnya berasal dari sungai, sebaiknya diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat yang menggunakan air dari PDAM dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan karena air telah melalui proses pengolahan sebelum didistribusikan.

Menurut Dedi, diare umumnya ditandai dengan buang air besar (BAB) cair lebih dari tiga kali sehari, sakit perut atau kram, mual dan muntah, hingga tubuh terasa lemah.

Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan dehidrasi akibat banyaknya cairan tubuh yang hilang. Kondisi tersebut dapat berbahaya, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga:  Disdukcapil OKU Buat Program baru Penerbitan Akta Perkawinan Langsung Jemput Bola

Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi semakin parah. Jika anggota keluarga mengalami diare dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti haus berlebihan, mulut kering, jarang buang air kecil, mata cekung hingga lemas berlebihan, segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Jangan menunggu kondisi semakin parah. Jika ada tanda-tanda dehidrasi, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Untuk menekan risiko diare, Dinkes OKU mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama melalui lima langkah penting, yakni mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi air bersih yang telah dimasak, memastikan makanan yang dikonsumsi bersih, sehat dan matang, menggunakan jamban sehat, serta membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain melakukan pencegahan, masyarakat yang mengalami diare juga dianjurkan memperbanyak asupan cairan dan memberikan oralit (ORS) untuk membantu mengganti cairan serta elektrolit yang hilang.

“Diare sebenarnya dapat dicegah. Kuncinya adalah menjaga kebersihan diri, makanan, air dan lingkungan. Mari kita mulai dari keluarga masing-masing,” tukasnya. (RTS)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *