Baturaja,Pariwaraoku.com – Program baju sekolah gratis yang menjadi program unggulan Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dan Wakil Bupati OKU Ir H Marjito Bachri ST segera dibagikan hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Pendidikan OKU Agus Stiawan SE MM saat dibincangi portal ini pada Kamis (6/10/2025).
Dikatakan Agus, Proses pembuatan seragam sekolah gratis ini diperkirakan selesai pada akhir Oktober ini, kemudian pihaknya akan melakukan Uji Lab untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai standart yang sudah ditetapkan.
“Insyallah tanggal 20 Oktober 2025 ini Pembuatan seragam sekolah gratis program unggulan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati selesai, kemudian kita lakukan uji lab untuk memastikan bahan dan kualitas seragam sesuai dengan standart yang diinginkan,” tutur Agus.
Kemungkinan lanjut Agus, Awal November seragam sekolah ini sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk dibagikan kepada anak-anak pelajar siswa baru. “Sasaran kita sekitar 12 ribu siswa peserta didik baru yakni SD sebanyak 6.200 Siswa dan SMP 5.800 Siswa,” imbuhnya.
Proses pengadaan seragam sekolah gratis ini dilakukan melalui E-Katalog serta pendampingan oleh pihak Kejaksaan Negeri OKU. “Jadi setiap tahap kita lakukan dengan hati-hati dan benar-benar sesuai aturan serta ketentuan, kita didampingi oleh pihak Kejaksaan Negeri OKU,” ujarnya.
Ditambahkan Agus dari pagu anggaran pengadaan seragam sekolah gratis ini sebesar Rp 10 Milyar, Pihaknya hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 7,9 Milyar, hal itu dikarenakan pengadaan melalui E-Katalog serta dilakukan negosiasi sehingga mendapat harga yang lebih murah .
“Awalnya HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dari hasil survey nasional dan lokal harga perpaket kita perkirakan sebesar Rp 825 ribu yang terdiri dari seragam Putih Merah (SD) dan Putih Biru (SMP), Sepatu, tas dasi dan topi, namun di E-Katalog harga lebih murah bahkan hasil negosiasi kita bisa mendapat harga dibawah HPS kita , Nah berkat negosiasi dan tawar menawar kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp 2,1 Milyar yang masih di Kas Daerah dan akan disilvakan,” tukasnya. (fei)





