Martapura, Pariwaraoku.com — Semangat mendukung swasembada pangan nasional terus tumbuh dari tingkat desa. Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Srimulyo, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, siap meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan bibit varietas unggul Inpari 32.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan penyuluhan sekaligus pembagian bibit padi Inpari 32 yang berlangsung di Balai Desa Srimulyo, Sabtu (5/9/2026).
Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Belitang Mulya, Eko Suparyanto, S.P., M.E.P., mengatakan pemilihan varietas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman, terlebih petani juga harus menghadapi tantangan budidaya pada musim kemarau.
Eko menjelaskan, Inpari 32 memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya relatif tahan terhadap serangan penyakit hawar daun bakteri. Varietas tersebut juga memiliki potensi produktivitas yang baik serta dapat dibudidayakan pada berbagai kondisi lahan dan cuaca.
“Dengan bibit yang sesuai dan pengelolaan budidaya yang baik, kita berharap produktivitas petani semakin meningkat,” kata Eko.
Namun, di balik semangat meningkatkan produksi, petani masih menghadapi persoalan klasik saat kemarau, yakni ketersediaan air.
Anggota Kelompok Tani Subur Makmur, Sayuti, mengatakan jaringan listrik hingga ke area persawahan menjadi salah satu kebutuhan yang sangat diharapkan petani.
Saat kemarau, petani harus mengandalkan sumur bor maupun sumber air lainnya untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Kondisi tersebut membuat penggunaan mesin pompa menjadi penting. Namun, operasional pompa berbahan bakar minyak (BBM) membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Kalau ada jaringan listrik sampai ke persawahan, kami berharap biaya pengairan bisa lebih ringan. Selama ini kalau menggunakan pompa BBM, biaya operasionalnya cukup tinggi,” ujar Sayuti.
Menurutnya, dukungan jaringan listrik bukan hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga dapat membuat pengelolaan sawah lebih berkelanjutan, terutama ketika petani menghadapi musim kemarau.
Petani pun berharap dukungan terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada penyediaan bibit, tetapi juga diikuti penguatan infrastruktur pendukung, seperti jaringan listrik dan sarana pengairan.
Dengan kombinasi bibit unggul, pendampingan penyuluh dan dukungan infrastruktur, Kelompok Tani Subur Makmur optimistis produksi padi di Desa Srimulyo dapat terus ditingkatkan.
Dari hamparan sawah di tingkat desa, mereka ingin mengambil bagian dalam upaya besar mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada pangan nasional. (RTS)





