Baturaja, Pariwaraokucom – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Badan Perencanaan Peneltian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) OKU menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten OKU tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2027 pemerintah Kabupaten OKU di Pendopo rumah dinas Bupati OKU pada Selasa, (10/3/2026).
Kegiatan yang menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan serta menetapkan prioritas pembangunan daerah untuk tahun mendatang itu dibuka secara resmi oleh Bupati OKU H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd. hadir dalam kegiatan itu wakili Bupati OKU Ir H Marjito Bachri ST, Kepala Bapelitbangda Provinsi Sumsel Dody Eko Prastyo ST MT, Anggota DPRD OKU Tulus Johan Efendi, Kajari OKU Rudhy Parhusip, Kaban Bapelitbanda OKU Yoyin Arifianto, para asisten, kepala OPD Camat,Lurah dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya kepala Bapelitbangda Kabupaten OKU Yoyin Arifianto menyampaikan Musrenbang Kabupaten OKU digelar setelah pelaksanaan musrenbang Kecamatan yang digelar pada 2 – 5 Februari lalu, dari hasil musrenbang kecamatan ity terdapat 689 usulan musrenbang dan 386 usulan Pokir yang sedang diverifikasi perangkat daerah melalui SIPD-RI. “usulan itu kemudian akan diverifikasi oleh TAPD, Kecamatan telah menyampaikan prioritas kecamatan masing-masing dan telah ditandai di SIPD-RI, kita menargetkan RKPD ini telah ditetapkan melalui Perkada di minggu 1 juli 2026,” ucapnya
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan dan Pemerataan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mendukung daya saing daerah” ini memprioritaskan 7 pembangunan tahun 2027 meliputi,
- Memperkuat kualitas Sumber daya manusia, Perlindungan terhadap perempuan dan anak serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
- Memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan peningkatan kuallitas tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
- Melanjutkan pemenuhan infrastruktur yang merata dan berkualitas.
- Meingkatkan produksi pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
- Memperkuat reformasi birokrasi dan pelayanan public yang lebih baik.
- Melanjutkan penyediaan utilitas umum, pemberdayaan desa, pengembangan usaha kecil dan menengah dan peningkatkan perlindungan sosial.
- Memperkuat nilai keagamaan, kehidupan masyarakat yang demokratis, berideologikan pancasila, toleran dan melindungi.
Dalam kesempatan itu juga Yoyin, memaparkan indikator kinerja utama tahun 2027 pada RPJMD tahun 2025 – 2029 diantaranya, pertubuhan ekonomi pada tahun 2025 (TW III) mencapai 5,04 pada 2027 ditargetkan tumbuh 5,35 – 5,65. Indeks pembangunan manusia pada tahun 2025 diangka 74,47 pada tahun 2027 ditargetkan mencapai 75,58. Tingkat kemiskinan di OKU masih bertengger di angka 2 digit yakni 10,08 pada tahun 2027 mendatang ditargetkan mampu menyentuh angka satu digit yakni 9,23 – 9,25.
Pemkab OKU Juga menargetkan penurunan angka tingkat pengangguran terbuka di OKU, per Agustus 2025 tinbgkat pengangguran terbuka di OKU bertengger diangka 3,85 pad atahun 2027 ditargetkan dapat ditekan menjadi 3,63.
Sementara itu Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dalam sambutannya menyampaikan 11 dari 22 program unggulan yang menjadi visi misinya telah terlaksanan di satu tahun masa kepemimpinannya dengan Wakil Bupati OKU Marjito Bachri “Alhamdlillah sudah ada 11 program sudah terjalankan selama kurun waktu satu tahun kepemimpinan kami,” kata Bupati.
Disebutkan Bupati, 11 program yang telah terlaksana diantaranya penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, bedah rumah gratis dan penataan permukiman kumuh, berobat gratis (cukup membawa ktp), penyediaan ambulance gratis, perbaikan jalan, internet masuk desa, dan lainnya.
Untuk mewujudkan semua program-program yang belum terlaksana, Teddy menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar membantu pihaknya dalam merealisasikan program yang belum terlaksana. “Semua kita lakukan demi memenuhi visi kita bersama, sayangi oku,”terang Teddy.
Dalam kesempatan itu Teddy juga menyoroti laporan kepala Bappelitbangda, jika angka kemiskinan di OKU masih diangka 2 digit, Oleh karena itu orang nomor satu di kabupaten berjuluk sebimbing sekundang itu menekankan perangkat daerah dan sektor swasta agar bekerja keras bahu membahu menurukan angka kemiskinan.
“Kami menekankan khususnya kepada perangkat daerah yang memiliki kegiatan penanggulangan kemiskinan agar meningkatkan serapan anggarannya. Secara umum, perangkat daerah lain dan sektor swasta di kabupaten OKU juga harus membantu menurunkan kemiskinan dengan menjadikan penduduk miskin sebagai sasaran program dan kegiatannya,”tegas Tedyy.
Seluruh perangkat daerah juga diwajibkan Teddy agar melakukan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan sehingga serapan anggaran juga tinggi. Jangan sampai penyerapan anggaran ini terkendala oleh administrasi dan pengadaan barang/jasa pemerintah yang mengakibatkan rendahnya serapan anggaran atau terjadi penumpukan serapan anggaran di akhir tahun.
“Perlu diingat bahwa kementerian dalam negeri sekarang memantau kecepatan daerah dalam menyerap anggaran. Jika serapan anggaran kita rendah, maka pemerintah pusat bisa saja mengurangi dana transfer ke daerah. Kepada dinas Pendidikan, Kesehatan, Pupr, Perkim, Satpol PP, BPBD, Damkar, dan Dinas Sosial yang melaksanakan kegiatan pemenuhan SPM juga agar memprioritaskan anggarannya untuk SPM tersebut,”tambah Teddy.
Diakhir acara, Ketua DPRD OKU yang diwakili Anggota DPRD OKU Tulus juga menyerahkan berkas pokok pikiran (pokir) dan puluhan anggota DPRD OKU kepada Bupati OKU. (RTS)





