Banner Muba

Baturaja, Pariwaraoku.com – 82 orang anak dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang dijadwalkan pada 29 September 2025 mendatang.

Hal itu diketahui saat Audiensi Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang UPT Kemensos RI Gini Toponindro dengan Wakil Bupati Ir H Marjito Bachri dalam rangka Persiapan Operasional Sekolah Rakyat, Pembukaan MPLS, dan Cek Kesehatan bersama di rumah dinas Bupati OKU pada Kamis (18/9/2025).

Dalam audiensi itu dipaparkan Sekolah rakyat pertama di bumi sebimbing sekundang itu akan menempati Eks Gedung Bandiklat BKPSDM OKU di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon Kecamatan Baturaja Timur.

“Kita melakukan audiensi dalam rangka persiapan operasional sekolah rakyat di OKU, kita akan segera melaksanakan MPLS, dan Cek Kesehatan insyallah dijadwalkan 20 September ini sambil menunggu petunjuk dari pusat. ada 4 Rombongan belajar dari 100 siswa yang ditargetkan, semuanya berasal dari OKU,” kata Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang UPT Kemensos RI Gini Toponindro saat dibincangi portal ini.

Baca Juga:  Disdik OKU Tingkatkan Kompetensi Guru SMP Melalui Bimtek

Dituturkan Gini, Persiapan sekolah rakyat jenjang SMA itu untuk progres renovasi fisik telah mencapai 80 persen lebih, tinggal menunggu proses finishing dan serah terima kepada Dinsos OKU untuk digunakan sebagai sekolah rakyat.

“Sesuai dengan informasi dari Koordinator Kabupaten PKH OKU untuk jumlah calon siswa ada sebanyak 82, kita masih proses rekrutmen hingga mencapai 100 orang,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial OKU Syaiful Kamal mengatakan persiapan sekolah rakyat ini telah dilakukan sejak bulan Maret 2025 lalu, hingga hari ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemkab OKU dan pihak sektoral terkait terkait rekrutmen Calon Siswa dan pembangunan fisik gedung untuk sekolah rakyat ini.

“Jadi untuk pembangunan fisik ini dilakukan Kementrianm PU Pusat baik biaya maupun tenaga kita hanya menyiapkan Eks Bandiklat, inikan asetnya BKPSDM sudah kita lakukan juga pengesahan surat-menyuratnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga pendidikan Sekolah Rakyat ini lanjut Syaiful direkrut oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kemensos Pusat. “Semua tenaga pendidik dari pusat semua yang menetapkan, kita hanya menerima Kepala Sekolah serta guru,” tandasnya. (Fei)

Banner Muba
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *